MWC NU Besuk Gelar Tadabbur Media, Bekali Kader NU Dakwah Digital Beretika

Daftar Isi


Besuk – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Besuk menggelar kegiatan Tadabbur Media sebagai upaya memperkuat literasi media dan dakwah digital di kalangan warga NU dan pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Mushalla Masduqiyah, Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Ta’lif Wan-Nasyr (LTN) MWC NU Besuk tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan, diskusi, serta praktik pembuatan konten media dakwah digital. 

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong lahirnya konten dan pemberitaan yang etis, informatif. Serta bernilai dakwah dan kemaslahatan, sejalan dengan semangat menyongsong Abad Kedua Nahdlatul Ulama.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Besuk, Ustadz H. Abdul Bari, menegaskan bahwa media digital saat ini menjadi ruang strategis dakwah yang harus diisi oleh kader NU secara cerdas dan bertanggung jawab.

“Media hari ini sangat menentukan arah opini publik. Karena itu, kader NU harus mampu menghadirkan konten yang menyejukkan, mendidik, serta membawa nilai maslahat bagi umat, bukan justru memperkeruh suasana,” ujar Abdul Bari.

Ia menambahkan, Tadabbur Media menjadi ikhtiar MWC NU Besuk untuk memperkuat peran media NU dan pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dari Ranting, Badan Otonom (Banom) dan Lembaga-lembaga. Dilanjutkan pembukaan dan tawassul, seremonial acara khas Nahdlatul Ulama

Materi pertama mengangkat tema Jurnalistik, disampaikan oleh Sundari Adi Wardhana, Wakil Ketua PWI Probolinggo Raya. Materi kedua membahas Fotografi dan Videografi oleh Hendra Trisianto N bersama Sholeh Adnan dari Diskominfo Kabupaten Probolinggo. Sedangkan materi ketiga tentang Desain Dakwah Media Digital disampaikan oleh Zainul Hasan R, Anggota Badan Siber PC GP Ansor Kraksaan.

Sementara itu, Rais Syuriah MWC NU Besuk, Ustadz Abu Bakar, menekankan pentingnya etika dan adab dalam bermedia, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah.

“Dakwah melalui media harus dilandasi niat ibadah dan tanggung jawab moral. Konten boleh kreatif dan menarik, tetapi tidak boleh lepas dari etika, adab, serta kebenaran substansi,” tutur Abu Bakar.

Menurutnya, Tadabbur Media bukan hanya pelatihan teknis, melainkan juga ruang refleksi agar pegiat media NU mampu menyampaikan pesan keislaman dengan cara yang bijak, santun, dan mudah diterima masyarakat luas.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan penutup. Melalui Tadabbur Media, MWC NU Besuk berharap lahir generasi pengelola media dakwah yang profesional, kreatif, dan mampu menjadikan media digital sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil alamin.

Posting Komentar

IMG IMG IMG IMG