Ziarah Muassis NU Kraksaan, MWC NU Besuk Perkuat Sanad Perjuangan di Harlah Nahdlatul Ulama
Besuk – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Besuk turut ambil bagian dalam kegiatan ziarah muassis yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan, Ahad (11/1/2026). Ziarah ini menjadi rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Hijriah atau ke-100 Masehi.
Kegiatan ziarah dilakukan dengan mengunjungi maqbarah para pendiri dan pengurus NU Kraksaan dari masa ke masa. Selain sebagai tradisi keagamaan, ziarah ini dimaknai sebagai upaya meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan ulama dalam membangun dan mengembangkan Nahdlatul Ulama di wilayah Probolinggo.
Rais Syuriah MWC NU Besuk, Ustadz H. Abu Bakar, menjelaskan bahwa ziarah muassis merupakan ikhtiar spiritual sekaligus historis untuk menjaga kesinambungan perjuangan NU.
“Ziarah ini bukan sekadar mendoakan para pendahulu, tetapi juga mengenang jasa besar para ulama yang telah merintis dan membesarkan NU. Dari sini, kita meneladani keteladanan mereka dalam berdakwah dan berkhidmat kepada umat,” ujar Ustadz Bakar.
Selama ziarah, para peserta melaksanakan doa bersama, pembacaan tahlil, serta surat Yasin yang dipersembahkan untuk para muassis dan tokoh NU yang telah wafat.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Besuk, H. Abdul Bari mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sanad perjuangan NU agar nilai-nilai keulamaan dan kebangsaan tetap hidup di tengah dinamika zaman.
“Semangat perjuangan para ulama harus terus menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pendidikan, dakwah, maupun pengabdian sosial,” kata Ustadz Bari.
Pelaksanaan ziarah dibagi ke dalam dua zona. Zona I dimulai dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, sementara Zona II berpusat di Kantor MWC NU Gending. Kedua zona tersebut berakhir di maqbarah Rais Syuriah pertama NU, Hadratussyaikh KH Moh Hasan Genggong.
Sejumlah makam ulama sepuh NU yang diziarahi antara lain KH Zaini Mun’im, KH Abd Wahid Zaini, KH Faqih Zamawi, KH Hasan Abdul Wafi, hingga KH Moh Hasan Genggong dan KH Hasan Saifouridzall. Ziarah ini juga mencakup tokoh-tokoh ulama lain yang memiliki peran penting dalam perjalanan NU di wilayah Kraksaan dan sekitarnya.
Kegiatan ziarah muassis NU Kraksaan diikuti oleh jajaran Mustasyar, Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, badan otonom (banom), MWC NU, hingga pengurus ranting se-PCNU Kraksaan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan soliditas warga NU dalam menjaga tradisi, sejarah, dan nilai perjuangan organisasi.
Melalui ziarah muassis ini, NU Kraksaan berharap semangat keulamaan dan kebersamaan dapat terus terawat, seiring dengan peringatan satu abad lebih perjalanan Nahdlatul Ulama dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

Posting Komentar